Tugas 1 : Pengalaman Semester 1
Tugas 1: Pengalaman Semester 1
Nama: Balqiis Salwaa Ariij Ulayya
NPM : 21216335
Kelas: 1EB13
Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
Depok
2017
- - -
Hidup memang tidak bisa di perhitungkan, bahkan terkadang dibilang kalau hidup itu tidak adil. Entah kenapa, dulu saya pernah berpikiran demikian. Berharap menjadi salah satu nama yang bisa masuk ke universitas negeri, tetapi jika Tuhan berkata belum saatnya, lantas saya bisa melakukan apa? Kita sebagai manusia hanya bisa berharap dan berdoa. Akhirnya, saya mencoba untuk masuk ke Universitas Gunadarma. Mencoba ikut test dan akhirnya dinyatakan menjadi salah satu mahasiswa disana.
Menjadi mahasiswa tidak sepenuhnya bahagia, ataupun sedih. Menjadi mahasiwa berarti kita adalah siswa yang tertinggi dan kita mempunyai tugas yang lebih berat daripada saat kita hanya menjadi siswa di sekolah. Menjadi mahasiswa membuat saya tersadar, jika semua yang tergambar di sinetron-sinetron itu tidak benar tetapi tidak sepenuhnya salah.
Mencoba pergi dan pulang dengan kereta, berdesak-desakan didalam gerbong yang sempit bersama orang-orang, atau menunggu didalam stasiun bersama orang-orang adalah hal baru yang saya dapatkan setelah saya menjadi mahasiswa. Tidak pernah terbayangkan kalau saya harus melakukan itu setiap hari, tetapi ternyata saya mampu melakukannya hampir setiap hari selama 1 semester.
MOS di Gunadarma tidaklah sama, kami disuruh untuk berkumpul di lapangan dan setelahnya diberikan almamater. Disana, saya mulai melihat ada banyak pejuang yang sama seperti saya. Kami yang sama-sama berjuang untuk menjadi mahasiswa yang terbaik.
Bertemu dengan berbagai orang dari ras yang berbeda, dari sabang hingga marauke juga merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Banyak yang memutuskan untuk kos atau bahkan sama seperti saya, pejuang Pulang-Pergi. Tetapi, tidak pernah ada yang membicarakan tentang ras seseorang, atau menghina mereka karena berasal dari tempat yang jauh. Kami semua menjadi satu.
Saya bertemu dengan berbagai macam dosen dengan sifat dna karakteristik yang berbeda-beda. Tugas tidak henti-hentinya datang, entah persentasi atau membuat makalah tetapi untungnya selalu dikerjakan bersama (a.k.a tugas kelompok). Meskipun waktu kuliah relatif santai, bahkan kita bisa saja tidak masuk di matkul tersebut dan dosen tersebut sama sekali tidak memarahinya, tetapi saya tetap masuk seperti biasa.
Apalagi ditambah dengan berbagai lab yang membuat daftar pengalaman saya bertambah. Lab yang mengahruskan kami untuk berpakaian formal dan mengerjakan tugas / latihan soal tetapi tetap kami jalankan karena itu adalah tanggung jawab kami.
Berorganisasi tanpa melihat adanya senioritas, membuat saya semakin sadar jika ini adalah hikmah yang saya dapatkan. Menambah pengalaman, bertemu dengan orang banyak dan mendapatkan banyak ilmu, mungkin inilah hikmah yang saya dapatkan setelah selama ini saya berdoa.
Bertemu dengan berbagai macam teman yang membuat hari-hari saya di perkuliahan menjadi lebih berwarna. Kami dapat tertawa bersama, menonton atau bahkan jalan-jalan bersama dengan orang-orang yang mungkin tidak pernah terfikirkan untuk bisa bertemu.
Life has its ways of knocking us down, but God always has his ways of picking us up and making us stronger, so we can make it through every trial in life and meet an amazing person who leads us to happiness!

Komentar
Posting Komentar