Pengantar Bisnis 4
Makalah
Pengantar Bisnis
Nama
: Balqiis Salwaa Ariij Ulayya
Kelas
: 1EB13
NPM
: 21216335
PENDAHULUAN
Puji dan syukur atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis.
Dalam tugas ini saya membahas tentang definisi tata kerja, prosedur kerja dan pedoman kerja, cara
menyusun buku pedoman kerja, manfaat ditetapkannya tata kerja; pedoman kerja;
dan buku pedoman kerja, pentingnya sekretaris dalam bisnis dan kualifikasi
bisnis. Ucapan
terima kasih pun tidak lupa saya ucapkan kepada pihak yang telah
membantu saya dalam
menyelesaikan tugas ini
yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Saya menyadari bahwa tugas ini sangat jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu masukan berupa kritikan dan saran
sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah
ini. Akhir kata, kiranya tugas ini dapat berguna dan bisa menjadi pedoman bagi
mahasiswa untuk dapat mempelajari serta memahami tentang bisnis. Sekian dan terima kasih.
TEORI
1.1
Definisi
Tata Kerja
Tata/ta·ta/ n aturan
(biasanya dipakai dalam kata majemuk); kaidah, aturan, dan susunan; cara
menyusun; system.
Kerja /ker·ja / 1 n kegiatan
melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; 2 n sesuatu
yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; 3 n perayaan
yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan, dan sebagainya; pesta perjamuan:
-- nikah akan dilaksanakan pada tanggal 10 Syawal; 4 n cak pekerjaan: menguli adalah -- yang memerlukan tenaga fisik; 5 v cakbekerja: hari ini ia tidak --
karena sakit.
Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa
Tata Kerja adalah cara
melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil atau bisa mencapai
tingkat efisien yang maksimal.
Tata
kerja merupakan cara-cara pelaksanaan kerja yang efisien atas sesuatu tugas
dengan memperhitungkan tujuan, peralatan, fasilitas, tenaga kerja, waktu,
ruang, dan biaya yang tersedia.
1.2
Definisi Prosedur Kerja dan Pedoman
Kerja
·
Prosedur/pro·se·dur/ n 1 tahap
kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas; 2 metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.
·
Kerja /ker·ja / 1 n kegiatan
melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan minum saja; 2 n sesuatu
yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun -- nya berdagang; 3 n perayaan
yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan, dan sebagainya; pesta perjamuan:
-- nikah akan dilaksanakan pada tanggal 10 Syawal; 4 n cak pekerjaan: menguli adalah -- yang memerlukan tenaga fisik; 5 v cakbekerja: hari ini ia tidak --
karena sakit.
Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa
Prosedur Kerja adalah rangkaian
tata pelaksanaan kerja yang di atur secara berurutan, sehingga terbentuk urutan
kerja secara bertahap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Prosedur
kerja : tahapan
dalam tata kerja tentang bagaimana mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian tentang
apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus
diselesaikan
diselesaikan
·
Pedoman/pe·do·man/ n 1 alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya
seperti jam yang berjarum besi berani); kompas: sebelum ada -- , orang menggunakan
bintang untuk menentukan arah perjalanan perahu; 2 kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana
sesuatu harus dilakukan; 3 hal (pokok) yang menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dan
sebagainya) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu: di samping syarat-syarat yang
lain, para penyunting perlu menguasai -- ejaan; 4 pemimpin (yang menerangkan cara menjalankan atau
mengurus perkumpulan): surat
edaran dari -- besar;
·
Kerja /ker·ja / 1 n kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat):
-- nya makan dan minum saja; 2 n sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata
pencaharian: selama
lima tahun -- nya berdagang; 3 n perayaan yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan,
dan sebagainya; pesta perjamuan: -- nikah akan dilaksanakan pada
tanggal 10 Syawal; 4 n
cak pekerjaan: menguli
adalah -- yang memerlukan tenaga fisik; 5 v
cakbekerja: hari ini
ia tidak -- karena sakit.
Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa
Pedoman Kerja adalah panduan yang
dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan yang berisikan pelaksanaan dalam
bekerja di perusahaan itu. Mulai dari jam masuk kerja, jam istirahat, hari
libur, pemberian cuti, pemberian ijin, dsb.
Pedoman
kerja adalah
suatu standar/pedoman yang digunakan untuk mendorong dan
menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja juga
merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk
menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.
1.3
Cara Menyusun Buku Pedoman Kerja
Buku pedoman karyawan harus dengan jelas menyatakan kebijakan
perusahaan. Bidang-bidang yang harus dicakup antara lain:
·
Jam kerja umum
·
Peraturan dan ketetapan
perusahaan (tatakrama berpakaian; bagaimana orang berinteraksi dengan para
nasabah; peraturan keselamatan dll.)
·
Bagaimana mendapatkan
waktu berlibur
·
Semua hari besar/raya
dan hari keperluan pribadi yang dibayar
·
Cuti sakit
·
Peninjauan terhadap gaji
dan kinerja
·
Kebijakan waktu
lembur/waktu kompensasi
·
Tunjangan kesehatan dan
pengobatan
·
Rencana pensiun dan
tunjangan tambahan lainnya
·
Kebijakan cuti bersalin
·
Peraturan atau ketetapan
lainnya
·
Buku pedoman sebaiknya singkat dan jelas, dan konsisten
Buku pedoman bermaksud untuk mengkomunikasikan
segala kebijakan perusahaan kepada seluruh karyawan. Buku pedoman karyawan
harus ditulis secara jelas dan tepat, agar tidak membingungkan.
Pastikan para karyawan menandatangani tanda terima buku pedoman
Tidak cukup hanya menyerahkan buku pedoman
kepada karyawan. Pada saat Anda memberikan buku pedoman atau lembar fakta
kepada seorang karyawan baru, pastikan bahwa ia telah menandatangani tanda
terima. Formulir ini harus menyatakan bahwa karyawan itu telah menerima buku
pedoman dan memahami seluruh kebijakan perusahaan Anda.
1.4 Manfaat Ditetapkannya Tata Kerja, Prosedur Kerja dan Pedoman
Kerja
Sistem pengaturan pekerjaan kantor sangat
penting, karena akan menimbulkan dampak-dampak positif bagi pekerjaan-pekerjaan
dalam suatu kantor, diantaranya yaitu:
a.
Membuat
pekerjaan kantor menjadi lebih lancar
b.
Memberikan
pengawasan yang lebih baik dengan pengarahan.
c.
Membuat
koordinasi yang lebih baik diantara bagian-bagian yang berbeda.
d.
Dalam
melaksanakan pekerjaan dengan formulir-formulir perkantoran dan alat-alat
pekerjaan tata usaha yang sangat penting.
1.5 Pentingnya
Sekretaris Dalam Bisnis
1. Peranan sekretaris terhadap atasan :
a. Sebagai perantara saluran komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
b. Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c. Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d. Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e. Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
2. Peranan sekretaris terhadap bawahan (pimpinan) :
a. Penentuan kebijakan yang berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai peraturan penempatan pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule of the place).
b. Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
a. Sebagai perantara saluran komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
b. Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c. Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d. Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e. Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
2. Peranan sekretaris terhadap bawahan (pimpinan) :
a. Penentuan kebijakan yang berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai peraturan penempatan pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule of the place).
b. Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
1.6 Kualifikasi Sekretaris
Dalam Bisnis
Kualifikasi sekretaris adalah hal-hal yang
menjadi syarat bagi seseorang untuk menjadi sekretaris profesional agar dapat
dicari dan ditarik cepat oleh suatu perusahaan/organisasi. Kualifikasi
sekretaris dilihat dari pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian.
·
Pengetahuan
:
1.
Memiliki pengetahuan dan
wawasan global
2.
Memahami seluk beluk
organisasi beserta tujuan dan fungsinya
3.
Memiliki pengetahuan
tentang perkantoran
4.
Mampu memahami kondisi
dan apa yang akan dikerjakannya
·
Keterampilan
:
1.
Mampu berkomunikasi
dengan baik
2.
Mampu menyalurkan ide
3.
Mampu membentuk suatu
keputusan dan rencana
4.
Mampu berbahasa
Indonesia dan bahasa asing
5.
Mampu menyusun laporan
dengan baik
6.
Mampu menggunakan
peralatan perusahaan dengan baik (contoh : komputer
Kepribadian
:
1.
Memiliki kepribadian
yang baik dan menarik
2.
Loyalitas dan dedikasi
yang tinggi
3.
Memiliki kemampuan dalam
ketelitian, tanggung jawab, dan kejujuran
Daftar
Pustaka

Komentar
Posting Komentar