Pengantar Bisnis 3
TUGAS
PENGANTAR BISNIS
ORGANISASI
ORGANISASI
Nama: Balqiis Salwaa
Ariij Ulayya
NPM: 21216335
Kelas: 1EB13
PENDAHULUAN
Puji dan syukur atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya sehingga
saya dapat
menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis.
Dalam tugas ini saya membahas tentang
pengertian organisasi, bentuk-bentuk struktur
orgnisasi, perbedaan struktur organisasi
garis;garis dan staff; fungsional, fungsi kelompok kerja
dan cara pembentukkannya, dan alasan timbulnya organisasi informal dalam
perusahaan. Ucapan terima kasih pun tidak lupa saya
ucapkan kepada pihak
yang telah membantu saya dalam
menyelesaikan tugas ini yang tidak dapat disebutkan satu per
satu.
Saya menyadari bahwa tugas ini sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu masukan berupa kritikan dan saran
sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah
ini. Akhir kata, kiranya tugas ini dapat berguna dan
bisa menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari serta memahami
tentang bisnis. Sekian dan terima kasih.
Pengertian
Organisasi
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang
dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Menurut
para ahli terdapat beberapa
pengertian organisasi sebagai berikut.
·
Stoner mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
·
James D. Mooney mengemukakan
bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan
bersama
·
Chester I. Bernard berpendapat
bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih
·
Stephen P.
Robbins menyatakan bahwa Organisasi
adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar,
dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas
dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tujuan.
Secara terinci pengertian organisasi yaitu sebagai
tempat atau wadah untuk orang berkumpuldan berkerja sama dengan cara rasional
serta sistematis, terencana,
terpimpin, serta terkendali, dalam memakai sumber daya baik uang, cara,
material, serta lingkungan, serta sarana-prasarana, data serta lain sebagainya
yang dipakai dengan cara efisen serta efisien untuk meraih tujuan organisasi.
Bentuk-bentuk
Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk
Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi pada umumnya terdiri
dari 3 bentuk, yaitu Struktur Organisasi Fungsional, Struktur Organisasi
Divisional (berdasarkan Produk/Pasar) dan Struktur Organisasi Matriks.
·
Struktur Organisasi
Fungsional
Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization)
merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi.
Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan
berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan
Sumber daya Manusia. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada
Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun
layanan.
·
Struktur Organisasi
Divisional
Struktur
Organisasi Divisional (Divisional
Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan
kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk
Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah
keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika
dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.
·
Struktur Organisasi Matriks
Struktur
Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization)
merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi
Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat
pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini
sering juga disebut dengan Struktur Organisasi Proyek karena karyawan yang
berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas
proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya.
Perbedaan Struktur Organisasi Garis, Garis dan Staff, serta
Fungsional.
1. ORGANISASI
LINI/GARIS (LINE ORGANIZATION)
Organisasi
Lini/Garis diciptakan oleh Henry Fayol. Organisasi lini adalah
suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan
tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu
dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau
komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Contohnya;
Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri
Organisasi Lini adalah :
·
Hubungan antara atasan dan
bawahan masih bersifat langsung dan memilikiJumlah karyawan yang sedikit.
·
Pemilik modal merupakan
pemimpin tertinggi.
·
Belum terdapat spesialisasi
Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas
segala bidang pekerjaan.
·
Struktur organisasi
sederhana dan stabil Organisasi tipe garis ini biasanya diterapkan kepada
organisasi kecil yang disiplin mudah dipelihara (dipertahankan).
2. ORGANISASI
LINI DAN STAF (LINE AND STAFF
ORGANIZATION)
Organisasi
Garis dan Staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi Garis
dan Staf Merupakan bentuk organisasi yang mengambil kelebihan-kelebihan dari
organisasi garis seperti adanya pengawasan secara langsung, serta mengambil
kelebihan-kelebihan dari organisasi staf seperti adanya spesialisasi kerja. Organisasi
Garis dan Staf merupakan kombinasi dari organisasi lini dan azas komando
dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff,
dimana staff berperan untuk memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, dan
data informasi yang dibutuhkan.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Hubungan atasan dan bawahan
tidak bersifat langsung.
·
Pucuk pimpinan hanya satu
orang dibantu staff.
·
Terdapat 2 kelompok
wewenang yaitu lini dan staff.
·
Jumlah karyawan banyak
Organisasi besar, bersifat komplek Adanya spesialisas.
3.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORGANIZATION)
Organisasi
Fungsional diciptakan oleh Frederick W.
Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan pada sifat dan macam-macam
pekerjaan yang harus dilakukan. masalah pembagian kerja merupakan masalah yang
menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki ciri-ciri:
·
Pembidangan tugas secara
tegas dan jelas dapat dibedakan
·
Bawahan akan menerima
perintah dari beberapa atasan
·
Pekerjaan lebih banyak
bersifat teknis
·
Target-target jelas dan
pasti Pengawasan ketat
·
Penempatan jabatan
berdasarkan spesialisasi
Fungsi Kelompok Kerja dan Cara Pembuatannya
Fungsi
dari dinamika kelompok itu antara lain:
1.
Membentuk kerjasama saling
menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
2.
Memudahkan pekerjaan.
3.
Mengatasi pekerjaan yang
membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar
sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efisien. Salah
satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing
atau sesuai keahlian.
4.
Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan
masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Cara membentuk Kelompok Kerja:
Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi
kebutuhan. Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga
ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan
membentuk sebuah kelompok. Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah
proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses
selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut :
·
Persepsi
Pembagian
kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis.
·
Motivasi
Pembagian
kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam
mencapai tujuan kelompok.
·
Tujuan
Terbentuknya
kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok
atau individu.
Pengorganisasian
dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok.
Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efisien dan efektif.
Kebebasan
merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk
menyampaikan ide, pendapat, serta
ekspresi selama kegiatan
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok,
karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat
berjalan secara horizontal yang
didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.
Penyebab
munculnya organisasi informal
Pada
dasarnya semua individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam
berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya atau dengan kata lain manusia
tidak pernah puas, jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut dapat
dipenuhi, maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan
sumber itu ialah organisasi informal. Dan biasanya organisasi informal muncul
dikarenakan adanya sekelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.
Komunikasi Informal
·
Komunikasi Informal yang
terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.
·
Komunikasi informal (the grapevine) biasanya
disebarluaskan melalui desas-desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari
satu orang ke orang yang lainnya dalam suatu organisasi dimana kebenarannya
tidak bisa dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.Jadi agar komunikasi informal bisa bermanfaat
maka seseorang pemimpin harus bisa memakai jalur ini untuk memperlancar
berjalannya komunikasi formal perusahaan (komunikasi formal ini jangan sampai
mengakibatkan timbulnya desas-desus yang meresahkan karyawan).
DAFTAR
PUSTAKA




Komentar
Posting Komentar