PENGANTAR BISNIS 1

PENGANTAR BISNIS

Nama: Balqiis Salwaa Ariij Ulayya
NPM: 21216335
Kelas: 1EB13


PENDAHULUAN

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya sehingga saya  dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini dibuat untuk memenuhi  tugas mata kuliah Pengantar Bisnis.

Dalam tugas ini saya membahas tentang pengertian bisnis menurut ahli, jenis bisnis, tujuan kebijakan bisnis, dan alasan mengapa kita harus belajar bisnis. Ucapan terima kasih pun tidak lupa saya ucapkan kepada pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

 Saya menyadari bahwa tugas ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu masukan berupa kritikan dan saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Akhir kata, kiranya tugas ini dapat berguna dan bisa menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari serta memahami tentang bisnis. Sekian dan terima kasih.


TEORI

1.1  Pengertian Bisnis dari Para Ahli

Urwick and Hunt, "Business is any enterprise which makes, distributes or provides any service which other members of the community need and are within to pay for it
Atau dapat diartikan sebagai, Bisnis adalah segala perusahaan yang membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu untuk membeli atau membayarnya.

Hooper,“The whole complex field of commerce and industry the basic industries, processing and manufacturing industries, the network of ancillary services: distribution, banking, insurance, transport and so on, which serve and inter-penetrate the world of business as a whole, are business activities”
Atau bisa diartikan sebagai Bisnis adalah Segala dan keseluruhan kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan (commerce) dan industri, industri dasar, processing, dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan,insuransi, transportasi, dan seterusnya yang kemudian melayani dan memasuki secara utuh (which serve and interpenetrate) dunia bisnis secara menyeluruh.

Prof. L.R. Dicksee, Business is a form of activity that is primarily intended to benefit those who are seeking or interested in the occurrence of these events. 
Atau bisa diartikan sebagai, Bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.

Jadi, Bisnis dapat diartikan sebagai Suatu kegiatan atau organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen, atau pebisnis lainnya, dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau laba sebesar-besarnya.

1.2  Jenis Bisnis

Jenis Kegiatan Ekonomi
1. Kegiatan Produksi
Kegiatan ini adalah kegiatan yang gunanya untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produsen menghasilkan barang untuk dapat dijual agar dapat memenuhi kebutuhan diri sendiri dan juga orang lain.
Contoh kegiatan produksi adalah PT. Kedelai menghasilkan produk tahu dan tempe.
2. Kegiatan Distribusi
Kegiatan ini adalah kegiatan untuk penyaluran barang dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang dibuat oleh produsen dapat sampai ke konsumen karena adanya disributor.
Contoh kegiatan distribusi adalah ibu yang tinggal di Pekanbaru dapat membeli beras Cianjur karena adanya distributor.
3. Kegiatan Konsumsi
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan untuk menggunakan atau menghabiskan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan orang tersebut. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi ini disebut konsumen. Barang atau jasa yang dikonsumsi disebut juga barang konsumsi.
Contoh dari kegiatan konsumsi yaitu, ibu membeli cabe di pasar, abang membeli baju di toko, dan ayah membeli motor.

Jenis-Jenis Kegiatan Bisnis
Jika ditinjau dari motifnya, bisnis dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu:    .
  1. Bisnis yang berorientasi keuntungan (profit oriented atau profit motive).
Contoh: Perusahaan perorangan, CV, Firma, PT, dsb.
  1. Bisnis yang tidak berorientasi keuntungan atau nirlaba (non profit oriented atau non profit motive).
Contoh: Yayasan, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya.

Jika ditinjau dari jenis kegiatannya, bisnis dapat dibedakan menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:
  1. Bisnis Ekstraktif: Bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan atau menggali bahan-bahan tambang yang berada di dalam perut/inti bumi. Contohnya: pertambangan minyak bumi, besi batu bara, timah, dan nikel
  1. Bisnis Agraris: Bisnis yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan.
  1. Bisnis Industri: Bisnis yang bergerak di bidang industri manufaktur, misalnya industri tekstil, garmen, mesin, dan Iain-lain..
  1. Bisnis Jasa: Bisnis yang bergerak di bidang jasa yang menghasilkan produk-produk tidak berwujud, seperti Perusahaan pengangkutan bus, Jasa bank dan jasa pergudangan, Jasa seorang dokter, jasa seorang penjahit.
Jika ditinjau dari nilai kegunaan, bisnis dapat menciptakan 4 (empat) nilai kegunaan, yaitu:
  1. Nilai guna bentuk (form utility)
Bisnis yang berusaha untuk mengubah suatu benda sehingga menjadi lebih bermanfaat bagi manusia (masyarakat). Contoh: Perabot rumah tangga, lemari, meja, dan kursi.
  1. Nilai guna tempat (place utility)
Bisnis ini menciptakan kegunaan tempat yang berupa memindahkan sesuatu dari suatu tempat yang kurang bermanfaat dipindahkan ke tempat lain yang lebih bermanfaat. Contoh: pasir dan batu di sungai, akan lebih bermanfaat setelah dipindahkan ke kota sebagai bahan bangunan.
  1. Nilai guna waktu (time utility)
Bisnis ini merupakan usaha penyimpanan yang bermaksud untuk menyimpan barang dari suatu waktu yang pada saat itu kurang bermanfaat untuk nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat. Contoh: payung dan jas hujan akan sangat bermanfaat apabila hujan turun.

      4. Nilai guna pemilikan (possession utility)
Bisnis ini menjalankan usahanya untuk menciptakan atau memenuhi kegunaan pemilikan terhadap sesuatu barang atau jasa. Contoh: sepatu di toko akan dapat digunakan bila sudah dibayar atau dibeli dari toko tersebut.
1.3  Tujuan Kebijakan Bisnis
Tujuan kebijakan bisnis ada 4, yaitu :
1.      Melindugi usaha kecil dan menengah
Kebijakan bisnis di buat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di Negara Kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha.
2.      Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
Aturan tersebut antara lain adalah tujuannya untuk tidak merusak atau memberi dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisaiskan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3.      Melindungi konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi barang atau jasa yang diproduksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayanannya pun harus yang terbaik.
4.      Pendapatan Pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara Kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi Negara Kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula mereka harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di Negara Kita ini.

1.4  Mengapa Kita Harus Belajar Bisnis?
Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok untuk memperoleh keuntungan, pada dasarnya saat kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Meskipun tujuan utama saat melakukan kegiatan bisnis adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, akan tetapi beberapa pebisnis juga ingin lebih belajar bersyukur dan bersabar.
Alasan kita harus memulai belajar berbisnis adalah agar kita bisa menghargai waktu yang kita punya dan tidak tergantung dengan orang lain. Saat kita sudah punya bisnis sendiri, kita dapat melakukan banyak kegiatan yang tentunya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kita dapat menjadi lebih kreatif dalam menemukan ide apa yang ingin kita lakukan, beda halnya jika kita bekerja dibawah kepemimpinan orang lain.
Jika kita memulai berbisnis, maka kita dapat menentukan semua halnya itu sendiri tanpa adanya khawatir boss tidak suka dengan ide yang kita miliki. Kita juga dapat membagi waktu sesuai dengan waktu yang kita inginkan, beda halnya jika kita menjadi bawahan orang lain, kita harus mengikuti segala peraturan yang dibuat tanpa terkecuali.
Sekarang sudah jelas, alasan mengapa kita harus belajar bisnis, ternyata alasan ini sangat baik untuk hidup kita kedepannya. Semoga setelah membaca pemaparan di atas, semakin banyak orang-orang yang berpikir untuk memulai bisnis sejak dini.

ANALISIS

KESIMPULAN

          Bisnis dapat diartikan sebagai  suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok untuk memperoleh keuntungan, pada dasarnya saat kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Jenis Kegiatan Ekonomi, terbagi menjadi:

1. Kegiatan Produksi
2. Kegiatan Distribusi.
3. Kegiatan Konsumsi

Jenis-Jenis Kegiatan Bisnis
Jika ditinjau dari motifnya, bisnis dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu:    .
  • Bisnis yang berorientasi keuntungan (profit oriented atau profit motive). .
  • Bisnis yang tidak berorientasi keuntungan atau nirlaba (non profit oriented atau non profit motive).
Jika ditinjau dari jenis kegiatannya, bisnis dapat dibedakan menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:
  • Bisnis Ekstraktif
  • Bisnis Agraris
  • Bisnis Industri
  • Bisnis Jasa

Jika ditinjau dari nilai kegunaan, bisnis dapat menciptakan 4 (empat) nilai kegunaan, yaitu:
·         Nilai guna bentuk (form utility)
·         Nilai guna tempat (place utility)
·         Nilai guna waktu (time utility)
·         Nilai guna pemilikan (possession utility)

Tujuan Kebijakan Bisnis
1.      Melindugi usaha kecil dan menengah
2.      Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
3.      Melindungi konsumen
4.      Pendapatan Pemerintah

Mempelajari bisnis sangatlah bermanfaat bagi kehidupan manusia. Mereka yang ingin memulai berbisnis dapat menyisihkan modal sesuai dengan keadaan dan apa yang akan mereka butuhkan kedepannya. Sekeras apapun mereka yang bekerja di bawah kepemimpinan orang lain, tentu akan berbeda dengan pemikiran seseorang yang mempunyai perusahaan sendiri. Berbisnis tidak memandang usia, gander ataupun kondisi keuangan mereka itu sendiri. Semua orang dapat mulai mempelajari atau berbisnis sejak dini, tidak ada hal yang dapat menghentikan orang itu sendiri untuk mulai berbisnis kecuali mereka yang tidak berani menggambil resiko.

DAFTAR PUSTAKA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perekonomian Indonesia 3

Pengantar Bisnis 4

Perekonomian Indonesia 2